Langsung ke konten utama

INDIKATOR Dan pH



Indikator asam basa adalah senyawa yang warnanya berubah tergantung tingkat keasaman (pH) suatu larutan, membantu kita mengidentifikasi apakah zat bersifat asam, basa, atau netral, melalui perubahan warna yang khas. Jenis-jenisnya meliputi indikator alami (seperti kubis ungu, kunyit), indikator buatan (lakmus, fenolftalein, metil jingga, bromtimol biru), serta alat ukur pH seperti kertas universal dan pH meter yang lebih akurat.

Jenis-jenis Indikator
Indikator Alami: Berasal dari tumbuhan, contohnya:
Kubis Ungu: Merah (asam kuat) hingga kuning (basa kuat).
Kunyit: Kuning, menjadi coklat kemerahan pada basa.
*Bunga Sepatu, Bogenvil, Kulit Manggis, Ekstraknya juga bisa digunakan sebagai indikator alami.

Indikator Buatan (Sintetis):
Lakmus: Merah (asam) atau biru (basa).
Fenolftalein (PP): Tidak berwarna (asam/netral), merah muda (basa).
Metil Jingga (MO): Merah (asam), kuning (basa).
Bromtimol Biru (BTB): Kuning (asam), biru (basa).
Indikator Universal (Kertas pH): Kertas yang menunjukkan berbagai warna sesuai skala pH, bisa mengukur pH lebih spesifik.
pH Meter: Alat elektronik untuk mengukur pH secara digital dan akurat.

Cara Kerja
Indikator asam basa bekerja karena strukturnya berubah saat menerima atau melepaskan proton (ion H+) dalam larutan, menyebabkan perubahan penyerapan cahaya dan warna

Contoh Penggunaan
Asam: Cuka, jeruk nipis (mengubah lakmus biru menjadi merah).
Basa: Sabun, soda kue (mengubah lakmus merah menjadi biru, fenolftalein menjadi merah muda).


Apa itu pH?

pH adalah skala logaritmik (0-14) yang mengukur tingkat keasaman atau kebasaan suatu larutan; < 7 asam, 7 netral (air murni), > 7 basa, dan merupakan singkatan dari potentia Hydrogenii atau "potensi hidrogen" yang menunjukkan konsentrasi ion hidrogen bebas (H⁺). Skala ini penting di berbagai bidang seperti kesehatan (pH darah), pertanian (pH tanah), dan industri (pengolahan air), dengan setiap perubahan satu angka berarti perubahan keasaman/kebasaan 10 kali lipat.

Poin-Poin Penting
Definisi: Ukuran konsentrasi ion hidrogen dalam larutan.
Skala: 0 (sangat asam) hingga 14 (sangat basa), dengan 7 adalah netral (air murni).
Asam: pH < 7 (lebih banyak ion H⁺).
Basa (Alkali): pH > 7 (lebih banyak ion OH⁻).

Logaritmik: Perubahan satu unit pH (misal dari 6 ke 7) berarti perubahan konsentrasi 10 kali lipat.
Asal Kata: Potenz (Jerman) atau Power (Inggris) yang berarti kekuatan/potensi, dan H adalah simbol untuk Hidrogen (H⁺)

Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
Asam: Cuka (pH 2-3), lemon, asam lambung (pH 1-2).
Basa: Deterjen, amonia.
Netral: Air murni (pH 7).
Kesehatan: pH darah sehat sekitar 7.35-7.45; pH vagina normal 3.8-4.2.

Manfaat dan Penerapan
Kesehatan: Memahami pH darah, cairan tubuh, dan produk perawatan pribadi.
Pertanian: Memastikan tanah memiliki pH ideal untuk tanaman (6-7.5).
Industri: Pengendalian kualitas air, proses kimia, pengawetan makanan.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Klasifikasi Makhluk Hidup (Penulisan Nama Ilmiah, Dasar dan Kriteria)

๐Ÿ™‹๐Ÿ™ŒSMPN MUARA KATI OO...YE!๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ Pada umumnya, hewan dan tumbuhan diberi nama dengan bahasa daerah di mana ia berada. Begitu banyaknya ragam bahasa dan dialek di bumi ini, maka suatu jenis makhluk hidup yang sama akan memiliki banyak nama. Hal ini bisa menimbulkan kerancuan. Contohnya, pepaya di Semarang dan Surabaya disebut kates, di Banyumas disebut gandul, di Jawa Barat disebut gedang. Padahal gedang oleh orang Surabaya berarti pisang. Keragaman nama boleh saja, dan tidak salah, karena itu adalah hasil dari proses budaya. Untuk kepentingan keilmuan diperlukan standar penamaan agar tidak terjadi salah persepsi. Saat ini, pedoman penamaan makhluk hidup yang berlaku adalah nama ilmiah. Nama ilmiah pepaya sendiri adalah Carica papaya . Adalah Carolus Linnaeus , seorang ilmuwan asal Swedia yang meletakkan dasar cara pemberian nama makhluk hidup. Tata cara pemberian nama makhluk hidup ini dikenal dengan istilah binomial nomenklatur . Berdasarkan sistem binomial nomenklatur tersebut, setia...

REPRODUKSI GENERATIF PADA TUMBUHAN

  Penyerbukan dan Fertilisasi Pada Tumbuhan ฤisamping alat reproduksi vegetatif, tumbuhan juga mempunyai sel kelamin yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan/reproduksi. Karena itu selain reproduksi vegetatif/aseksual, tumbuhan juga bereproduksi secara generatif/seksual. Perkembangbiakan generatif/seksual melibatkan sel-sel kelamin. Perkembangbiakan generatif dimulai dengan peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Peleburan ini menghasilkan zigot, zigot inilah yang akan berkembang menjadi individu baru. Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan didahului oleh peristiwa penyerbukan yang kemudian diiringi oleh peristiwa pembuahan. Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya atau sampainya serbuk sari ke kepala putik. Proses penyerbukan ini banyak melibatkan unsur lain di alam. Berikut adalah perantara penyerbukan pada tumbuhan Angin (Anemogami)                     Anemogami adalah penyerbukan yang dibantu oleh angin . Tanam...

REPRODUKSI VEGETATIF PADA TUMBUHAN ANGIOSPERMAE

๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ Reproduksi Aseksual / Vegetatif Alami Tumbuhan Angiospermae Tumbuhan Angiospermae atau tumbuhan berbiji tertutup adalah tumbuhan yang bakal bijinya berada di dalam bakal buah (ovarium). Bakal buah ini selanjutnya akan berkembang menjadi buah sedangkan bakal biji akan berkembang menjadi biji. Tumbuhan bisa bereproduksi dengan menggunakan bagian tumbuhan itu sendiri seperti akar, batang, dan daun. Reproduksi seperti ini disebut reproduksi vegetatif atau disebut juga reproduksi aseksual, karena tumbuhan dapat menghasilkan individu baru tanpa melibatkan proses pembuahan atau fertilisasi. Tumbuhan dapat melakukan reproduksi vegetatif/aseksual karena memiliki sel meristem. Sel meristem adalah sel-sel yang memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel penyusun jaringan dan organ. Keturunan yang dihasilkan dari reproduksi vegetatif/aseksual memiliki sifat atau karakter yang sama dengan sifat induknya. Pada artikel ini kita akan mempelajari mengenai...