Langsung ke konten utama

Tata Surya

Tata surya merupakan sistem benda langit yang terdiri dari Matahari sebagai pusatnnya dan benda langit lain yang mengedarinya (anggota tata surya).

Anggota Tata surya meliputi :

1. Planet

Planet adalah benda langit yang tidak dapat memancarkan cahayanya sendiri, melainkan hanya memantulkan cahaya yang diterimanya dari bintang, dalam hal ini adalah matahari.

Planet-planet dalam tata surya dapat dikelompokkan berdasarkan massanya, serta berdasarkan jaraknya ke matahari. Berdasarkan massanya, planet-planet dikelompokkan menjadi planet bermassa besar (planet superior) dan planet bermassa kecil (inferior planet). 

Sedangkan berdasarkan jaraknya ke matahari, planet dapat dikelompokkan atas dua kelompok planet, yaitu planet dalam (planet interior) dan planet luar (planet eksterior).

2. Komet

Kata "komet" secara etimologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu Kometes yang artinya berambut panjang. Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan orbit/lintasan yang sangat lonjong. Komet tersusun atas debu, partikel batu yang bercampur dengan es, metana, serta amonia.

Bagian-bagian komet adalah sebagai berikut.

Inti komet, yaitu bagian komet yang berukuran kecil, dan padat. Inti komet tersusun dari debu dan gas. Koma, yaitu daerah di sekitar inti yang menyerupai kabut. Ekor komet, yaitu bagian dari komet yang berukuran panjang. Arah ekor komet ini selalu menjauhi matahari, disebabkan adanya dorongan yang berasal dari radiasi matahari.

3. Meteoroid 

Meteoroid  adalah potongan batu, yang mengandung unsur logam, yang bergerak di luar angkasa.

Meteoroid ini mengelilingi matahari dengan orbit/lintasan tertentu dan kecepatan yang bervariasi. Meteoroid tercepat bergerak mengelilingi matahari di sekitar 42 km/detik.

Meteoroid ini bisa jatuh ke bumi karena tertarik oleh gravitasi bumi. Tetapi sebelum sampai di bumi, meteoroid akan bergesekan dengan atmosfer bumi. Gesekan ini akan menghasilkan panas dan membakar meteoroid tersebut.

Pernahkah kamu melihat bintang jatuh? Bintang jatuh sejatinya adalah meteor, yaitu meteoroid yang habis terbakar oleh atmosfer bumi, sedangkan meteorit adalah meteoroid yang tidak habis terbakar oleh atmosfer bumi dan jatuh ke bumi.

4. Asteroid 

Asteroid adalah potongan-potongan batu yang materi penyusunnya mirip dengan materi penyusun planet. Sebagian besar asteroid terletak di daerah antara orbit planet Mars dan Jupiter yang disebut sabuk asteroid.

5. Satelit

Satelit merupakan benda langit yang mengedari planet. Bulan adalah satelit planet bumi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INDIKATOR Dan pH

Indikator asam basa adalah senyawa yang warnanya berubah tergantung tingkat keasaman (pH) suatu larutan, membantu kita mengidentifikasi apakah zat bersifat asam, basa, atau netral, melalui perubahan warna yang khas. Jenis-jenisnya meliputi indikator alami (seperti kubis ungu, kunyit), indikator buatan (lakmus, fenolftalein, metil jingga, bromtimol biru), serta alat ukur pH seperti kertas universal dan pH meter yang lebih akurat. Jenis-jenis Indikator Indikator Alami: Berasal dari tumbuhan, contohnya: Kubis Ungu: Merah (asam kuat) hingga kuning (basa kuat). Kunyit: Kuning, menjadi coklat kemerahan pada basa. *Bunga Sepatu, Bogenvil, Kulit Manggis, Ekstraknya juga bisa digunakan sebagai indikator alami. Indikator Buatan (Sintetis): Lakmus : Merah (asam) atau biru (basa). Fenolftalein (PP): Tidak berwarna (asam/netral), merah muda (basa). Metil Jingga (MO): Merah (asam), kuning (basa). Bromtimol Biru (BTB): Kuning (asam), biru (basa). Indikator Universal (Kertas pH): Kertas yang menunj...

REPRODUKSI GENERATIF PADA TUMBUHAN

  Penyerbukan dan Fertilisasi Pada Tumbuhan Đisamping alat reproduksi vegetatif, tumbuhan juga mempunyai sel kelamin yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan/reproduksi. Karena itu selain reproduksi vegetatif/aseksual, tumbuhan juga bereproduksi secara generatif/seksual. Perkembangbiakan generatif/seksual melibatkan sel-sel kelamin. Perkembangbiakan generatif dimulai dengan peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Peleburan ini menghasilkan zigot, zigot inilah yang akan berkembang menjadi individu baru. Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan didahului oleh peristiwa penyerbukan yang kemudian diiringi oleh peristiwa pembuahan. Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya atau sampainya serbuk sari ke kepala putik. Proses penyerbukan ini banyak melibatkan unsur lain di alam. Berikut adalah perantara penyerbukan pada tumbuhan Angin (Anemogami)                     Anemogami adalah penyerbukan yang dibantu oleh angin . Tanam...

Klasifikasi Makhluk Hidup (Penulisan Nama Ilmiah, Dasar dan Kriteria)

🙋🙌SMPN MUARA KATI OO...YE!😂😂 Pada umumnya, hewan dan tumbuhan diberi nama dengan bahasa daerah di mana ia berada. Begitu banyaknya ragam bahasa dan dialek di bumi ini, maka suatu jenis makhluk hidup yang sama akan memiliki banyak nama. Hal ini bisa menimbulkan kerancuan. Contohnya, pepaya di Semarang dan Surabaya disebut kates, di Banyumas disebut gandul, di Jawa Barat disebut gedang. Padahal gedang oleh orang Surabaya berarti pisang. Keragaman nama boleh saja, dan tidak salah, karena itu adalah hasil dari proses budaya. Untuk kepentingan keilmuan diperlukan standar penamaan agar tidak terjadi salah persepsi. Saat ini, pedoman penamaan makhluk hidup yang berlaku adalah nama ilmiah. Nama ilmiah pepaya sendiri adalah Carica papaya . Adalah Carolus Linnaeus , seorang ilmuwan asal Swedia yang meletakkan dasar cara pemberian nama makhluk hidup. Tata cara pemberian nama makhluk hidup ini dikenal dengan istilah binomial nomenklatur . Berdasarkan sistem binomial nomenklatur tersebut, setia...