Langsung ke konten utama

Pakan ternak fermentasi


 Cara buat pakan fermentasi kering


Siapkan daun-daunan, pohon jagung dan rumput lalu jemurlah agar mendapat daun yang benar-benar kering.

Lalu siapkan air satu timba cat sekitar 20liter, pakailah air sumur.

EM 4 peternakan.

Siapkan Molase bisa gunakan larutan gula merah

Dan garam ½ kg

Dedak 5kg


Cara membuat air untuk fermentasi:


Larutkan garam di air.


Lalu campurkan molase sekitar ½ gelas atau 150cc.

Jika sudah tercampur semua aduk hingga merata dan sampai larut garamnya.

Selanjutnya tambahkam EM 4 peternakan dengan sebanyak 10 tutup, untuk air 20 liter sudah cukup menggunakan 10 tutup ya.

Diam kan 20 menit.


Cara pencampuran semua bahan: 


Siapkan daun kering, pohon jagung yang sudah digiling ataupun diselep halus tetap dijemur sampai kering,rumput, daun pepaya dan kemudian campur dan aduk hingga merata.

Lalu taruh lah dedak katul 4kg taburkan ke rumput tadi.

Kemudian basahi dengan cairan yang dibuat tadi yang sudah didiamkan 20menit.


Aduk hingga tercampur rata dengan rumputnya.


Kalau sudah jadi kita kumpulkan di tengah semua.

Peganglah rumput yang sudah di campurkan dengan air tadi basah atau tidak.

Jika kita pegang dan kita peras tidak keluar airnya berarti itu sudah tertakar pas.

Ambillah tong untuk memfermentasi daun tersebut dan masukkan ke tong.


Padatkan daun-daunan yang sudah kalian masukkan ditong dan jika sudah padat tutup rapat hingga kedap udara.

Jika tong sudah terisi penuh kalian bisa tambahkan dedak 1kg diatasnya berfungsi untuk menutup dan agar kedap udara.

Selanjutnya tutup dengan plastik dan tutup hingga rapat.

Itulah cara membuat fermentasi pakan kambing dengan cara yang mudah, semoga bermanfaat dan selamat mencoba.***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Klasifikasi Makhluk Hidup (Penulisan Nama Ilmiah, Dasar dan Kriteria)

🙋🙌SMPN MUARA KATI OO...YE!😂😂 Pada umumnya, hewan dan tumbuhan diberi nama dengan bahasa daerah di mana ia berada. Begitu banyaknya ragam bahasa dan dialek di bumi ini, maka suatu jenis makhluk hidup yang sama akan memiliki banyak nama. Hal ini bisa menimbulkan kerancuan. Contohnya, pepaya di Semarang dan Surabaya disebut kates, di Banyumas disebut gandul, di Jawa Barat disebut gedang. Padahal gedang oleh orang Surabaya berarti pisang. Keragaman nama boleh saja, dan tidak salah, karena itu adalah hasil dari proses budaya. Untuk kepentingan keilmuan diperlukan standar penamaan agar tidak terjadi salah persepsi. Saat ini, pedoman penamaan makhluk hidup yang berlaku adalah nama ilmiah. Nama ilmiah pepaya sendiri adalah Carica papaya . Adalah Carolus Linnaeus , seorang ilmuwan asal Swedia yang meletakkan dasar cara pemberian nama makhluk hidup. Tata cara pemberian nama makhluk hidup ini dikenal dengan istilah binomial nomenklatur . Berdasarkan sistem binomial nomenklatur tersebut, setia...

INDIKATOR Dan pH

Indikator asam basa adalah senyawa yang warnanya berubah tergantung tingkat keasaman (pH) suatu larutan, membantu kita mengidentifikasi apakah zat bersifat asam, basa, atau netral, melalui perubahan warna yang khas. Jenis-jenisnya meliputi indikator alami (seperti kubis ungu, kunyit), indikator buatan (lakmus, fenolftalein, metil jingga, bromtimol biru), serta alat ukur pH seperti kertas universal dan pH meter yang lebih akurat. Jenis-jenis Indikator Indikator Alami: Berasal dari tumbuhan, contohnya: Kubis Ungu: Merah (asam kuat) hingga kuning (basa kuat). Kunyit: Kuning, menjadi coklat kemerahan pada basa. *Bunga Sepatu, Bogenvil, Kulit Manggis, Ekstraknya juga bisa digunakan sebagai indikator alami. Indikator Buatan (Sintetis): Lakmus : Merah (asam) atau biru (basa). Fenolftalein (PP): Tidak berwarna (asam/netral), merah muda (basa). Metil Jingga (MO): Merah (asam), kuning (basa). Bromtimol Biru (BTB): Kuning (asam), biru (basa). Indikator Universal (Kertas pH): Kertas yang menunj...

REPRODUKSI GENERATIF PADA TUMBUHAN

  Penyerbukan dan Fertilisasi Pada Tumbuhan Đisamping alat reproduksi vegetatif, tumbuhan juga mempunyai sel kelamin yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan/reproduksi. Karena itu selain reproduksi vegetatif/aseksual, tumbuhan juga bereproduksi secara generatif/seksual. Perkembangbiakan generatif/seksual melibatkan sel-sel kelamin. Perkembangbiakan generatif dimulai dengan peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Peleburan ini menghasilkan zigot, zigot inilah yang akan berkembang menjadi individu baru. Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan didahului oleh peristiwa penyerbukan yang kemudian diiringi oleh peristiwa pembuahan. Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya atau sampainya serbuk sari ke kepala putik. Proses penyerbukan ini banyak melibatkan unsur lain di alam. Berikut adalah perantara penyerbukan pada tumbuhan Angin (Anemogami)                     Anemogami adalah penyerbukan yang dibantu oleh angin . Tanam...